Jody Picoult - Vanishing Act
pg. 521
" Ya ampun, kalau toh aku belajar sesuatu dari sidang sialan ini, yaitu bahwa satu-satunya cara seseorang bisa meninggalkanmu adalah bila kau membolehkannya. dan aku tidak akan melakukan itu, Dee. Mungkin kelihatannya begitu hari ini, besok, atau bahkan sebulan dari sekarang, tetapi suatu hari kau akan terbangun dan melihat bahwa sepanjang waktu kau pergi, sebenarnya kau hanya menuju kembali ke tempat kau mulai. dan aku akan ada di sana menunggu. " I bersandar ke depan & menciumku suatu kali, sangat ringan, pada bibirku. " Bukannya aku tidak membiarkanmu pergi," gumamnya. " Aku hanya cukup percaya kepadamu untuk pulang kembali."
Kamis, 07 Januari 2010
21 November 2009
aku melihat dengan hatiku
kau sering berjalan dalam asa.
berjalan gentar melawan kesedihan
dan segala emosi yang kau pendam.
aku sering merasa kau setengah buta
dan tidak mau sembuh.
kau sering merasa setengah dan gagal
aku mungkin tidak tahu bagaimana rasanya
tetapi aku mencoba mengerti.
aku percaya dan yakin akan dirimu
aku yakin makanya aku terus bersamamu
dan aku tahu aku waras
kau sering berjalan dalam asa.
berjalan gentar melawan kesedihan
dan segala emosi yang kau pendam.
aku sering merasa kau setengah buta
dan tidak mau sembuh.
kau sering merasa setengah dan gagal
aku mungkin tidak tahu bagaimana rasanya
tetapi aku mencoba mengerti.
aku percaya dan yakin akan dirimu
aku yakin makanya aku terus bersamamu
dan aku tahu aku waras
13 November 2009 again
aku sedih
aku marah
aku kesal
aku jengkel
aku ingin nangis sekencang-kencangnya
aku ingin teriak sekencang-kencanya
aku lelah
aku capai
aku ingin berpura-pura
aku ingin kebal
aku ingin cuek
aku ingin tidak sensitif
TAPI AKU BUKAN KAMU
JADI AKU TIDAK BISA!
aku marah
aku kesal
aku jengkel
aku ingin nangis sekencang-kencangnya
aku ingin teriak sekencang-kencanya
aku lelah
aku capai
aku ingin berpura-pura
aku ingin kebal
aku ingin cuek
aku ingin tidak sensitif
TAPI AKU BUKAN KAMU
JADI AKU TIDAK BISA!
13 November 2009
aku ingin percaya kepadamu
tapi sulit sekali.
aku terus mencoba
tapi gagal & gagal.
berulang kali ketika sudah tumbuh sedikit kepercayaanku,
berulang kali juga kau meruntuhkannya.
apa aku terlalu erat menggengammu?
aku ingin, ingin sekali melihatmu terbang bebas
tapi aku takut sayapmu patah & kau terjatuh
maka aku terpaksa mengikatmu.
apa sebenarnya perasaanmu/
kadang aku begitu letih & lelah,
memberitahu hal yang sama kepadamu,
membiarkan emosiku tumpah untuk hal yang sama, dan terus berulang,
dan juga ketika menggenggammu seerat-eratnya.
tapi aku tidak tahu harus berbuat apa.
akalku habis karena sifatmu yang bagai bunglon,
yang berubah seiring waktu dan tempat.
aku seperti bertugas menebaknya.
aku sering gagal menebak maka aku bertanya,
tetapi kau malah jengkel.
mungkin aku harus berhenti untuk menjadi 'selalu' & membiarkan bebas saja ;(
tapi sulit sekali.
aku terus mencoba
tapi gagal & gagal.
berulang kali ketika sudah tumbuh sedikit kepercayaanku,
berulang kali juga kau meruntuhkannya.
apa aku terlalu erat menggengammu?
aku ingin, ingin sekali melihatmu terbang bebas
tapi aku takut sayapmu patah & kau terjatuh
maka aku terpaksa mengikatmu.
apa sebenarnya perasaanmu/
kadang aku begitu letih & lelah,
memberitahu hal yang sama kepadamu,
membiarkan emosiku tumpah untuk hal yang sama, dan terus berulang,
dan juga ketika menggenggammu seerat-eratnya.
tapi aku tidak tahu harus berbuat apa.
akalku habis karena sifatmu yang bagai bunglon,
yang berubah seiring waktu dan tempat.
aku seperti bertugas menebaknya.
aku sering gagal menebak maka aku bertanya,
tetapi kau malah jengkel.
mungkin aku harus berhenti untuk menjadi 'selalu' & membiarkan bebas saja ;(
kesediahan
kesedihan yang mendalam....
dapatkah dimengerti?
jika ya, dapatkah diselami?
jika ya, dapatkah dilukiskan?
jika ya, seberapa dalam?
seberapa mengertikah engkau para menikmat lukisan?
sedalam-dalamnya engkau tahu, engkau tidak mungkin mengerti
sesuatu yang tak kau rasakan, tak kau pegang & kau sentuh!
kecuali kau bisa memeluk lukisan sang pelukis
dapatkah dimengerti?
jika ya, dapatkah diselami?
jika ya, dapatkah dilukiskan?
jika ya, seberapa dalam?
seberapa mengertikah engkau para menikmat lukisan?
sedalam-dalamnya engkau tahu, engkau tidak mungkin mengerti
sesuatu yang tak kau rasakan, tak kau pegang & kau sentuh!
kecuali kau bisa memeluk lukisan sang pelukis
Langganan:
Postingan (Atom)
